Eric Adams: Gelombang Panas AS Ancam 160 Juta Orang
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026 00:53 WIB
- visibility 103
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gelombang Panas AS Memicu Krisis Listrik, Harga Energi Global Melejit!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Gelombang panas ekstrem diperkirakan akan melanda lebih dari separuh wilayah Amerika Serikat menjelang perayaan Hari Kemerdekaan pada 4 Juli 2026.
National Weather Service (NWS) menyatakan bahwa fenomena “heat dome” menahan massa udara panas di sekitar 30 negara bagian, menempatkan hampir 160 juta orang dalam area terdampak oleh gelombang panas ekstrem.
Kelembapan tinggi turut memperburuk kondisi sehingga proses pendinginan tubuh lewat keringat menjadi kurang efektif dan meningkatkan potensi penyakit terkait panas selama gelombang panas ekstrem.
Bagian Midwest hingga Pantai Timur diperkirakan mengalami lonjakan suhu paling tajam dibanding wilayah lain.
Ahli meteorologi memperingatkan bahwa kombinasi suhu tinggi dan kelembapan dapat menaikkan risiko heat stroke dan kondisi medis darurat lainnya.
Di New York City, otoritas membuka stasiun penyemprotan kabut air dan mengerahkan unit pendingin keliling yang menyediakan air minum, tabir surya, serta layanan pemeriksaan medis cepat.
Wali Kota Eric Adams mengingatkan publik bahwa suhu di beberapa titik kota bisa menembus 100 derajat Fahrenheit atau sekitar 37,7 derajat Celsius pada hari perayaan.
Philadelphia memindahkan sebagian acara ke lokasi tertutup dan memangkas jam operasional beberapa festival sebagai langkah mitigasi.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




