Breaking News
Trending Tags

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebut defisit APBN Semester I 2026 Rp196,5 triliun

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 01:46 WIB
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Posisi defisit APBN pada akhir Juni 2026 tercatat melebar menjadi Rp196,5 triliun.

Kenaikan ini sebesar Rp16,1 triliun dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang tercatat Rp180,4 triliun atau 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pelebaran terjadi karena realisasi belanja negara saat ini lebih tinggi dibandingkan penerimaan, sehingga menimbulkan defisit APBN yang lebih besar pada periode tersebut.

Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara tercatat Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, dengan pertumbuhan 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, realisasi belanja mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN, meningkat 17,8 persen secara tahunan.

Purbaya menegaskan bahwa meskipun defisit meningkat, pemerintah menjaga posisinya dalam batas aman dan terkendali.

Ia juga menepis prediksi sejumlah pengamat yang memperkirakan defisit APBN tahun ini akan melampaui ambang 3 persen terhadap PDB, dengan menyebut metode proyeksi yang dipakai terlalu sederhana dan tidak mencerminkan dinamika fiskal aktual.

Sebagai ilustrasi, ketika defisit dilaporkan pada level 0,9 persen terhadap PDB, muncul estimasi akhir tahun sekitar 3,6 persen.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less