Breaking News
Trending Tags

Anhusadar Mendesak Polri Tindak Buzzer Disinformasi Kejaksaan dan Memuji Presiden Prabowo

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026 16:44 WIB
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Isu mengenai pengamanan Kejaksaan oleh TNI memicu kekhawatiran terkait persepsi publik terhadap hubungan antar lembaga negara.

Anhusadar menilai narasi yang berkembang memberi kesan adanya benturan kepentingan di antara institusi penegak hukum dan militer.

Menurutnya, pengamanan Kejaksaan oleh TNI kerap dijadikan bahan politik opini yang tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan disinformasi.

Ia meminta masyarakat membedakan antara kritik yang berbasis fakta dan tuduhan yang bersifat fitnah.

Dengan tegas Anhusadar mengatakan bahwa pihak yang memproduksi informasi palsu harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Ruang digital tidak boleh dipakai sebagai alat untuk menyebarkan kabar bohong yang merusak reputasi lembaga negara, ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa TNI, Kejaksaan, dan Polri adalah komponen penting dalam sistem ketatanegaraan yang harus bekerja dalam koridor hukum.

Sinergi antarlembaga harus dijaga agar tidak dimanfaatkan untuk mengikis kepercayaan publik, tambah Anhusadar.

Lebih jauh, Anhusadar menyoroti adanya perang informasi di media sosial yang menimbulkan tantangan serius bagi stabilitas nasional.

Jika perang informasi dibiarkan, legitimasi institusi publik dapat melemah dan menimbulkan kegaduhan sosial, kata Anhusadar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less