Sumedang Jadi Contoh Penerapan Digitalisasi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026 11:53 WIB
- visibility 793
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sumedang mendapat perhatian positif dari pemerintah pusat. Transformasi digital yang dilakukan Pemkab Sumedang dinilai mampu mendorong pelayanan publik menjadi lebih cepat, sederhana, dan mudah diakses masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat melakukan kunjungan kerja ke Command Center Sumedang, Rabu (12/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Rini melihat langsung perkembangan digitalisasi pemerintahan sekaligus pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan masyarakat.
Rini yang juga menjabat Wakil Ketua I Komite Percepatan Transformasi Layanan Digital Pemerintah mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan berbagai program pemerintah pusat dapat diterapkan secara efektif di daerah, termasuk program yang berkaitan dengan perlindungan sosial.
“Kami ingin memastikan program Bapak Presiden, terutama yang ada kaitannya dengan perlindungan sosial, bisa dijalankan dengan baik di Kabupaten Sumedang,” kata Rini.
Menurutnya, pengalaman Sumedang menunjukkan bahwa transformasi digital dapat memberikan dampak nyata apabila dibarengi dengan pembenahan tata kelola pemerintahan. Digitalisasi, kata dia, tidak boleh hanya dimaknai sebagai penggunaan aplikasi atau perangkat teknologi.
Rini menilai hal yang paling penting justru terletak pada penyederhanaan proses pelayanan. Setelah alur pelayanan dibuat lebih sederhana dan efisien, teknologi dapat digunakan untuk mempercepat proses tersebut.
“Digital bukan solusi akhir. Yang paling penting adalah bagaimana menyederhanakan bisnis proses layanan. Karena itu, pelayanan publik harus terus kita sederhanakan, dan ujungnya kemudian kita digitalisasikan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang sejak periode pertama kepemimpinannya telah memberikan perhatian terhadap pengembangan pemerintahan berbasis digital.
“Saat ini sudah bisa melihat hasil kerja keras pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati Sumedang, yang sejak periode pertama sudah sedemikian fokus pada layanan pemerintahan digital. Di Kabupaten Sumedang sudah bisa melihat bagaimana seluruh layanan dilakukan secara digital,” tutur Rini.
Meski demikian, Rini mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak membuat pemerintah mengabaikan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan secara langsung. Menurutnya, layanan tatap muka, layanan jemput bola, dan layanan mandiri tetap harus berjalan secara beriringan.
“Layanan tatap muka pun harus terus dilakukan karena masih ada masyarakat yang literasinya masih harus kita bantu. Kemudian kita mendorong layanan jemput bola karena masih ada daerah-daerah yang tertinggal, serta layanan mandiri,” jelasnya.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menuturkan, digitalisasi telah menjadi bagian dari sistem tata kelola pemerintahan di daerahnya. Pemanfaatan teknologi diterapkan bukan hanya untuk pelayanan publik, tetapi juga dalam mendukung aktivitas internal aparatur sipil negara, pengawasan pembangunan, serta pengambilan kebijakan berbasis data.
“Di Sumedang, bentuk pelayanan sudah diarahkan terdigitalisasi, baik pelayanan kepada masyarakat maupun pelayanan internal bagi ASN. Teknologi kita hadirkan bukan sekadar untuk menunjukkan bahwa pemerintah sudah digital, tetapi untuk memastikan pekerjaan pemerintahan lebih cepat, terukur, transparan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat,” ujar Dony.
Ia berharap pengembangan transformasi digital dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga teknologi benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan memberikan pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
- Penulis: Bobby Suryo



