PT DSI Temukan Potensi Rp89 Triliun dari Pengawasan Ekspor
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026 13:00 WIB
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo: PT DSI Catat Potensi Rp89 Triliun Transaksi Ekspor untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) melaporkan adanya potensi tambahan devisa hasil pengawasan transaksi ekspor komoditas strategis.
Temuan potensi tambahan devisa itu muncul setelah DSI melakukan pemantauan harga dan pelaporan terhadap ekspor batu bara, kelapa sawit, serta besi baja ferro.
Dalam laporan awal, potensi tambahan devisa muncul bersamaan dengan realisasi devisa yang sudah dikelola oleh perusahaan sejak operasi dimulai.
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan angka-angka tersebut pada Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
PT DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 dengan mandat pengawasan awal pada tiga komoditas strategis itu.
Dalam periode 2 bulan 13 hari pertama, DSI tercatat mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dolar AS.
Hasil audit dan penyesuaian harga kemudian mengidentifikasi potensi tambahan sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp89 triliun.
Angka tersebut ditemukan dari perbedaan harga dan koreksi pelaporan pada lebih dari 6 ribu transaksi ekspor.
Prabowo menegaskan bahwa pembentukan DSI dimaksudkan untuk menutup celah tata niaga yang berpotensi mengurangi nilai negara.
Pemerintah menilai pengawasan yang lebih ketat dapat mencegah kekayaan negara terkuras oleh praktik harga dan pelaporan yang tidak akurat.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



