Soal Bendera Bulan Bintang di Aceh, Juha Christensen Ingatkan Pentingnya Menjaga Perdamaian
- account_circle anshori
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026 06:59 WIB
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bendera Bulan Bintang berkibar di Masjid Baiturahman Aceh
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Tokoh sekaligus negosiator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menempatkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) secara bijak.
Menurutnya, bendera yang menjadi bagian dari perjalanan panjang konflik Aceh tersebut seharusnya dipandang sebagai simbol sejarah, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang berpotensi mengganggu suasana perdamaian.
Pesan itu disampaikan Juha Christensen saat berada di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Ia menilai sejarah perjuangan dan proses perdamaian Aceh harus tetap dihormati, termasuk berbagai simbol yang memiliki keterkaitan dengan konflik masa lalu.
Menurut Juha, hasil perundingan Helsinki pada 2005 telah menjadi titik penting dalam perjalanan Aceh menuju perdamaian. Karena itu, berbagai pihak diminta tidak menggunakan simbol-simbol yang sensitif dengan cara yang dapat memunculkan kembali ketegangan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, menghormati bendera GAM sebagai bagian dari sejarah merupakan hal yang penting. Namun, penggunaan simbol tersebut untuk kepentingan lain justru dinilai tidak tepat karena dapat memberikan dampak terhadap kondisi perdamaian yang selama ini telah terbangun.
Pernyataan tersebut disampaikan Juha setelah menghadiri peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang mengangkat tema “Pelaksanaan Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan, dan Bermartabat Dalam Kerangka NKRI”. Kegiatan tersebut digelar Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di Balai Meuseuraya Aceh, Kota Banda Aceh.
- Penulis: anshori



