Usulan ini bertujuan untuk memastikan warga dapat mengekspresikan pendapat mereka tanpa mengganggu lalu lintas.
Jimly mengemukakan, masyarakat perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasinya dengan bebas, termasuk teriakan di lokasi yang telah ditentukan. “Mengapa tidak semestinya aksi demonstrasi dimulai dengan berkumpul di Gelora Senayan, di mana mereka dapat berteriak di kawasan yang telah disiapkan,” tulisnya di akun X miliknya pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Dia juga menyarankan agar pemerintah melibatkan para menteri koordinator dan wakil menteri untuk hadir mendengarkan langsung tuntutan masyarakat. “Menko dan Wamen terkait seharusnya resmi diutus untuk menyimak apa yang diminta oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan penyampaian aspirasi berlangsung lebih teratur tanpa menguasai jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat lain. “Dengan cara demikian, demonstrasi tidak akan menghambat lalu lintas dan dapat mencegah potensi kecelakaan,” jelasnya.





