BI Diprediksi Pertahankan BI‑Rate 5,75% Saat Rupiah Tertekan
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026 11:35 WIB
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tekanan Rupiah dan Defisit Transaksi: Dampak pada Kebijakan Bunga BI di 2023
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan BI-Rate 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2026, menurut analisis terbaru dari Bank Permata.
Perkiraan tersebut juga mencakup suku bunga Deposit Facility pada 4,75 persen dan Lending Facility pada 6,50 persen, kata riset yang dirilis Rabu, 19 Agustus 2026.
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menegaskan bahwa keputusan menahan BI-Rate 5,75 persen dinilai paling tepat untuk memberi ruang bagi efek kenaikan kumulatif 100 basis poin pada Mei-Juni agar terserap ke perekonomian.
Josua menilai inflasi domestik saat ini relatif jinak sehingga tidak mendesak untuk pengetatan lebih lanjut.
Data Juli menunjukkan deflasi 0,14 persen secara bulanan dan inflasi 2,88 persen secara tahunan, turun dari 3,34 persen pada Juni.
Inflasi inti tercatat berada di 2,76 persen pada periode yang sama.
Namun tekanan dari luar masih terasa kuat dan menjadi pertimbangan utama kebijakan moneter.
Indeks harga komoditas impor pada Juli naik 12,50 persen secara tahunan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah tercatat terdepresiasi 10,53 persen, yang dapat memicu tekanan harga lebih lanjut.
Josua memperingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kenaikan harga komoditas memberi alasan kuat untuk menahan suku bunga.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




