Prabowo Subianto Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU dan Soroti Peran Ulama dalam Sejarah Indonesia
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026 09:12 WIB
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo Resmi Buka Muktamar Ke: Strategi dan Harapan Menuju Masa Depan yang Gemilang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Hasanah.id – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Bahrul Ulum pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Acara diawali dengan penabuhan beduk oleh Presiden, dihadiri oleh banyak peserta muktamar yang antusias.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” ungkap Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menekankan bahwa sejarah panjang NU sangat erat kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa nasionalisme yang ditunjukkan oleh para pendiri NU telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
Prabowo juga menyebutkan lagu “Syubbanul Wathon” dari KH Abdul Wahab Chasbullah, yang diciptakan satu dekade sebelum Proklamasi Kemerdekaan.
“Menariknya, lagu ini ditulis ketika masa depan negara kita masih belum jelas. Namun, spirit patriotisme sudah tertanam,” lanjut Prabowo.
Lebih jauh, Presiden mengungkapkan penghormatan kepada para ulama, kiai, dan pesantren yang berkontribusi besar dalam mempertahankan kemerdekaan, khususnya dalam Pertempuran Surabaya.
“Meskipun proklamasi kemerdekaan terjadi di Jakarta, ujian berat datang dari Surabaya. Peran ulama dan kiai sangat krusial dalam pertempuran tersebut,” tegasnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




