Sara Netanyahu digugat mantan pembantu atas pelecehan.
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 15:42 WIB
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sara Netanyahu Sued by Ex-Employee Fueling Diplomatic Tensions and Market Pressures Amidst Controversy
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pengajuan gugatan Sara Netanyahu terhadap tuduhan pelecehan berat terhadap mantan pekerja rumah tangga menjadi sorotan setelah berkas diajukan pada 25 Agustus 2026 ke Pengadilan Tenaga Kerja Regional Yerusalem.
Penggugat meminta kompensasi sebesar 450.000 shekel dengan klaim perlakuan yang berlangsung antara 2023 dan 2025.
Isi gugatan Sara Netanyahu mencakup tuduhan jam kerja panjang, termasuk lembur 60–80 jam per bulan, serta penghinaan dan tekanan verbal yang bersifat ekstrem.
Dalam dokumen pengadilan, pekerja itu menyatakan sering diminta membersihkan barang pribadi dan sepatu beberapa kali dalam sehari.
Gugatan juga menuduh adanya tekanan untuk bekerja melewati awal Shabbat meskipun penggugat telah menyampaikan kebutuhan untuk mematuhi tradisi keagamaan.
Penggugat melaporkan kondisi kesehatannya memburuk selama masa kerja, termasuk mengalami serangan jantung dan menjalani kateterisasi pada 2025.
Selain dugaan perlakuan kasar, berkas itu menyebutkan ujaran yang bernada rasis yang merendahkan asal-usul etnis penggugat.
Saat mengajukan surat pengunduran diri, penggugat mengatakan kantor Perdana Menteri menolak redaksi yang mencantumkan perlakuan buruk dan meminta alasan pribadi sebagai pengganti.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




