Breaking News
Trending Tags

Mark Pfeifle: AS Pertahankan Opsi Sanksi untuk China

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026 03:19 WIB
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintahan AS mempertahankan opsi sanksi sekunder terhadap China sebagai alat tekanan terkait pembelian minyak mentah Iran, sambil berupaya menghindari eskalasi hubungan ekonomi dengan Beijing.

Bekas pejabat keamanan nasional Mark Pfeifle menyatakan bahwa opsi sanksi sekunder terhadap China kemungkinan besar tetap disimpan oleh pemerintahan Donald Trump sebagai ancaman strategis jika situasi di Iran memburuk.

Keputusan untuk menunda penerapan sanksi luas didorong oleh pertimbangan dampak diplomatik dan ekonomi, sehingga kebijakan sanksi sekunder terhadap China tetap menjadi pilihan yang dipertimbangkan secara hati-hati.

Analisis kebijakan menunjukkan Washington berusaha menyeimbangkan tekanan terhadap Teheran tanpa meretakkan hubungan perdagangan yang penting dengan Beijing.

Di tingkat komersial, kilang-kilang di China sering membeli minyak Iran dengan harga yang lebih rendah, memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan-perusahaan Cina.

Pergeseran pembelian energi tersebut menimbulkan dorongan dari AS agar Beijing mencari pasokan alternatif, guna mengurangi ketergantungan pada minyak yang berada di bawah sanksi.

Beijing dipandang menjalankan strategi jangka panjang yang kadang bertolak belakang dengan kepentingan Washington dalam isu Iran.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Tags
Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less