Breaking News
Trending Tags

Mark Pfeifle: AS Pertahankan Opsi Sanksi untuk China

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026 03:19 WIB
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Para pengamat menilai kurangnya sinyal dari China untuk menekan kebijakan Tehran menambah kekhawatiran di Washington mengenai efektivitas tekanan internasional terhadap program-program Iran.

Kunjungan Presiden Xi Jinping ke Washington pada 24 September dipandang sebagai momentum penting untuk mengatasi gesekan bilateral dan membahas masalah energi serta keamanan regional.

Pertemuan antara Xi dan Donald Trump diperkirakan akan memasukkan pembahasan mengenai dinamika hubungan ekonomi, termasuk ketergantungan energi dan potensi konflik di Timur Tengah.

Di sisi regional, Menteri Energi Israel Eli Cohen memperingatkan bahwa Israel siap melakukan serangan kembali terhadap Iran jika Tehran mencoba menghidupkan kembali program nuklir atau rudal.

Cohen menegaskan bahwa meskipun ada kesepakatan antara Iran dan AS, Israel tidak akan menerima ancaman nuklir atau rudal yang muncul kembali di wilayah itu.

Menurut pernyataan Cohen, serangan gabungan yang melibatkan AS dan Israel sebelumnya sempat menghambat program nuklir Iran selama beberapa tahun.

Ketegangan antara tekanan diplomatik, sanksi ekonomi, dan ancaman militer kini menjadi ujian kebijakan bagi Washington, Beijing, dan sekutu regional.

Perkembangan kebijakan dalam beberapa pekan mendatang diperkirakan akan mempengaruhi arah hubungan bilateral AS-China dan stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian program Iran.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Tags
Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less