Anis Matta Desak OKI Ambil Tindakan Nyata untuk Palestina
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 16:07 WIB
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Indonesia Desak OKI Bertindak Nyata: Tekanan Diplomatik & Risiko Sanksi yang Meningkat!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Desakan Indonesia kepada OKI muncul kembali saat Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta meminta tindakan nyata terhadap kekerasan dan pelanggaran hukum internasional di Palestina.
Permintaan ini disampaikan Anis Matta pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri Luar Biasa (KTM-LB) ke-23 OKI di Jeddah pada 29 Agustus 2026.
Desakan Indonesia kepada OKI menekankan bahwa kewibawaan organisasi harus diukur dari kemampuan mengambil langkah konkret, bukan sekadar kecaman publik.
Dalam pidatonya, Anis menyoroti kondisi kemanusiaan yang memburuk di kawasan Timur Tengah akibat tindakan yang berlanjut oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Anis meminta mekanisme OKI dimaksimalkan untuk menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional.
Dia secara khusus mendorong pengkategorian kekerasan yang dilakukan oleh pemukim ilegal sebagai aksi terorisme.
Usulan itu bertujuan memperkuat upaya akuntabilitas terhadap pelaku dan mengurangi dampak terhadap warga sipil Palestina.
Selain menyerukan langkah hukum, Indonesia juga meminta OKI membangun strategi aksi berkelanjutan untuk meredam eskalasi konflik.
Pada KTM-LB ke-23, peserta konferensi memilih Ismail Ould Cheikh Ahmed dari Mauritania sebagai Sekretaris Jenderal OKI periode 2026–2031.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




