Polisi Nepal menyatakan 623 tewas karena banjir dan longsor
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 06:59 WIB
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banjir Bandang dan Longsor di Nepal: 623 Korban Jiwa & Ancaman Besar bagi Perdagangan Global
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Gelombang banjir bandang dan longsor menghancurkan sejumlah lembah di Nepal, menewaskan ratusan warga dan memaksa evakuasi massal di beberapa distrik terdampak.
Menurut data resmi, total korban meninggal tercatat 623 orang, sementara 616 jenazah telah diidentifikasi oleh kepolisian setempat.
Daerah-daerah seperti Chitwan, dengan 233 jenazah yang ditemukan, serta Nawalparasi Timur yang mencatat 158 jenazah, menjadi pusat kehancuran akibat banjir bandang dan longsor.
Distrik lain termasuk Gorkha, Dhading, dan Nuwakot juga melaporkan sejumlah korban setelah luapan Sungai Bhotekoshi dan Trishuli.
Beberapa jenazah terbawa arus hingga mendekati wilayah perbatasan dengan India, menurut laporan lapangan.
Medan yang berat dan kerusakan infrastruktur membuat akses ke lokasi bencana menjadi sangat sulit.
Otoritas Nepal menyatakan sekurang-kurangnya 638 orang masih dilaporkan hilang, termasuk puluhan warga asing yang berada di kawasan saat peristiwa berlangsung.
Operasi pencarian terus berlanjut ke lembah-lembah terpencil, dengan angka hilang yang masih dapat berubah.
Hingga laporan terakhir, tim SAR dan fasilitas darurat mencatat 2.301 orang telah diselamatkan atau menerima perawatan medis.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




