Arsenio Dominguez: 400 kapal, 6.000 pelaut terjebak di Teluk
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 04:56 WIB
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapal dan Pelaut Terjebak di Teluk: Dampak Terhadap Perdagangan Global dan Pertukaran Internasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Organisasi Maritim Internasional melaporkan sekitar 400 kapal yang membawa sekitar 6.000 pelaut masih terjebak di kawasan perairan akibat ketegangan di Selat Hormuz enam bulan setelah konflik di Timur Tengah pecah.
Situasi itu menurut IMO memperlihatkan bahwa keselamatan navigasi belum pulih sepenuhnya di Selat Hormuz.
Kepala IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan beberapa kapal dan awak telah meninggalkan wilayah tersebut, tetapi jumlah yang tidak dapat berlayar dengan aman tetap substansial.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilintasi lebih dari seperlima perdagangan minyak internasional.
Sejak pecahnya konflik, IMO memverifikasi sedikitnya 70 serangan terhadap pelayaran internasional.
Insiden-insiden tersebut dilaporkan terjadi sejak 28 Februari dan telah menewaskan 19 pelaut.
Selain korban jiwa, serangkaian serangan menyebabkan kerusakan fisik pada kapal dan gangguan operasional skala besar.
Biaya asuransi dan logistik meningkat tajam akibat kondisi yang tidak menentu.
Dominguez menekankan bahwa gangguan di Selat Hormuz mengancam pasokan bahan bakar dan pupuk yang penting bagi pasar global.
Akibatnya, penundaan pengiriman dan kenaikan biaya logistik berpotensi mendorong inflasi pada harga energi dan komoditas pertanian.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




