Polisi Nepal menyatakan 623 tewas karena banjir dan longsor
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 06:59 WIB
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banjir Bandang dan Longsor di Nepal: 623 Korban Jiwa & Ancaman Besar bagi Perdagangan Global
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyak korban selamat ditemukan di distrik Nuwakot dan Rasuwa, di mana pos-pos medis darurat didirikan oleh tim medis dan sukarelawan.
Upaya pencarian melibatkan personel kepolisian, pasukan penyelamat, dan relawan lokal yang bekerja dengan peralatan terbatas di tengah cuaca yang tidak menentu.
Tim tanggap mendesak ketersediaan segera bantuan logistik, termasuk obat-obatan, makanan, selimut, serta peralatan untuk memperbaiki jalur transportasi.
Pengerahan alat berat dan pasokan bahan pokok dinilai krusial untuk memperluas jangkauan evakuasi dan distribusi bantuan.
Kebutuhan akan dukungan tambahan juga disuarakan karena kondisi akses yang terus terhambat oleh tanah longsor dan arus sungai yang deras.
Di sisi lain, otoritas China melaporkan pula adanya korban jiwa dan banyak orang hilang akibat kejadian serupa di wilayah perbatasan Himalaya.
Laporan dari China menyebut puluhan korban terkonfirmasi meninggal dan ratusan masih belum ditemukan, menambah tekanan pada kapasitas tanggap darurat regional.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan sedang ditingkatkan untuk mempercepat distribusi bantuan ke titik-titik paling parah.
Sementara tim penyelamat menelusuri area sulit dijangkau, upaya dokumentasi dan identifikasi korban terus berjalan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




