Breaking News
Trending Tags

Sumedang Catat Karhutla Tertinggi di Jabar, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026 14:28 WIB
  • visibility 974
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumedang memasuki puncak musim kemarau 2026. Hingga akhir Agustus, Sumedang tercatat sebagai daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi di Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat yang diperbarui hingga 27 Agustus 2026, terdapat 20 kejadian karhutla yang tercatat di Kabupaten Sumedang. Data tersebut disampaikan Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat Hardjasasmita.

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Sumedang bersama berbagai unsur terkait untuk memperkuat langkah pencegahan. Sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan, terutama sejak memasuki periode musim kemarau pada Juni lalu.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau perlu dilakukan secara bersama-sama. Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, masyarakat juga perlu mengantisipasi potensi bencana kekeringan.

“Sejak memasuki bulan Juni, kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi musim kemarau. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September,” ujar Dony, Rabu (2/9/2026).

Menurut Dony, informasi mengenai prakiraan cuaca dan kondisi musim menjadi bagian penting dalam menentukan langkah mitigasi. Informasi tersebut tidak hanya dibutuhkan sektor pertanian, tetapi juga menjadi dasar dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya di kawasan dengan vegetasi yang mulai mengering. Kewaspadaan dinilai penting karena api dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lingkungan kering.

“Kalau terjadi bencana, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada BPBD melalui Telepon atau WhatsApp di 08112065733 maupun kepada pemerintah terdekat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang Hendar mengatakan pemantauan terhadap kondisi vegetasi terus diperkuat. Area yang mulai mengering menjadi perhatian karena memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap kebakaran.

Selain pemantauan, BPBD juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla. Menurut Hendar, kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam menekan potensi kebakaran selama musim kemarau.

“Yang paling penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami kondisi cuaca saat memasuki musim kemarau. Jangan sampai ada kelalaian yang akhirnya berpotensi menyebabkan kebakaran,” ujarnya.

Hendar menambahkan, berdasarkan penanganan sejumlah kejadian sebelumnya, tidak ditemukan indikasi bahwa kebakaran terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan. Sebagian kejadian justru diduga berkaitan dengan kelalaian manusia ketika kondisi vegetasi sedang mudah terbakar.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak lengah dan ikut berperan dalam pencegahan karhutla. Pemerintah juga mengajak seluruh pihak segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less