Breaking News
Trending Tags
Beranda » LIFESTYLE » Armand Maulana Ungkap Minimnya Transparansi LMK, Pernah Terima Royalti Rp160 Ribu Setahun

Armand Maulana Ungkap Minimnya Transparansi LMK, Pernah Terima Royalti Rp160 Ribu Setahun

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Vokalis GIGI, Armand Maulana, mengaku pernah hanya menerima royalti performing rights sebesar Rp160 ribu dalam satu tahun dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Padahal, menurutnya, GIGI tampil lebih dari 100 kali selama periode tersebut.

“Transparansi LMK masih jadi pertanyaan besar. Saya pernah hanya menerima Rp160 ribu selama satu tahun, padahal GIGI manggung lebih dari 100 kali,” ujar Armand.

Senada dengan Armand, Ariel NOAH, Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI), juga menyoroti persoalan transparansi dan akuntabilitas LMK dalam mendistribusikan royalti. Meski mengaku haknya sebagai pencipta lagu sejauh ini masih diberikan, Ariel mempertanyakan kejelasan nominal yang ia terima.

“Secara umum sih dapet (royalti), tapi kita nggak tahu itu sudah sesuai atau belum,” ungkap Ariel.

Ia mencontohkan kasus pencipta lagu lain yang hanya menerima Rp200 ribu dalam setahun, namun tidak mengetahui dari mana asal royalti tersebut atau siapa yang menyanyikan lagunya dalam sebuah pertunjukan.

“Kalau ditanya ‘Rp200 ribu ini dari mana? Lagu saya dibawakan siapa?’ Mereka juga nggak tahu. Padahal itu hak mereka untuk tahu,” tambah Ariel.

Tak hanya soal transparansi, Ariel juga mengkritik minimnya sosialisasi LMK kepada para pelaku industri hiburan, termasuk promotor dan penyelenggara acara. Menurutnya, masih banyak promotor yang tidak memahami kewajiban mereka untuk membayar royalti kepada pencipta lagu.

“Banyak promotor yang belum sadar ada kewajiban membayar performing rights. Ketika ditagih, mereka bingung dan bertanya, ‘Hah, itu apaan?’,” kata Ariel.

Ia menambahkan bahwa kurangnya informasi dan sistem pembayaran yang tidak efisien membuat banyak promotor kesulitan memenuhi kewajiban mereka, yang pada akhirnya berdampak pada hak para pencipta lagu.

Baik Armand maupun Ariel sepakat bahwa LMK perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan royalti, termasuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan sosialisasi kepada semua pihak terkait.

“Masalah ini nggak cuma dirasakan pencipta lagu, tapi juga penyanyi, promotor, EO, semua terdampak,” ujar Ariel.

Ia juga menyesalkan bahwa penyanyi kerap dijadikan pihak yang disalahkan dalam polemik royalti, padahal persoalan utamanya terletak pada mekanisme distribusi LMK.

“Yang disayangkan adalah, ketika LMK bermasalah, justru penyanyi yang disalahkan. Seakan jadi kambing hitam,” tutupnya.

  • Penulis: Bobby Suryo

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDI Perjuangan Minta Elite Parpol Tiru Jokowi yang Tak Umbar Politik Kebohongan

    PDI Perjuangan Minta Elite Parpol Tiru Jokowi yang Tak Umbar Politik Kebohongan

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle hasanah editor
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar politik kebohongan disudahi dan digantikan politik pembangunan. Menurut PDI Perjuangan, Jokowi berhasil mentransformasikan nilai-nilai politis menjadi nilai kenegarawanan. “Pak Jokowi adalah contoh teladan yang nyata bagaimana politisi mentransformasi nilainya menjadi negarawan,” kata Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Minggu (21/10/2018). Jokowi, sebut Ara, telah membangun dunia politik Indonesia di masa depan. […]

  • Tangkapan foto TPA Sarimukti

    Pemkot Bandung Mulai Terapkan Sistem Pemilahan Sampah Terintegrasi dengan Tagline “Tidak Dipilah Tidak Diangkut”

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Hasanah 012
    • visibility 71
    • 0Komentar

      HASANAH.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meluncurkan program baru dalam penanganan sampah dengan tujuan mengurangi pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Program ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan sampah langsung dari sumbernya melalui penerapan tagline “Tidak Dipilah Tidak Diangkut,” yang resmi berlaku mulai Senin (28/10/2024). Langkah ini diluncurkan di Pendopo Kota Bandung […]

  • Mahfud MD: Penyelesaian Korupsi dengan Damai? Itu Kolusi, Bukan Solusi!

    Mahfud MD: Penyelesaian Korupsi dengan Damai? Itu Kolusi, Bukan Solusi!

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, dengan tegas menolak gagasan penyelesaian korupsi melalui mekanisme denda damai. Ia menyebut pendekatan semacam itu justru melahirkan bentuk baru dari korupsi, yakni kolusi. Mahfud menegaskan bahwa tidak ada dasar hukum dalam undang-undang di Indonesia yang mendukung penyelesaian kasus korupsi secara damai. […]

  • Rafael Situmorang Harap Pemprov Dapat Terus Kendalikan Harga Sembako Jelang Nataru

    Rafael Situmorang Harap Pemprov Dapat Terus Kendalikan Harga Sembako Jelang Nataru

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Bobby Suryo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Hasanah.id – Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang, SH. mendorong pemerintah provinsi Jawa Barat melakukan langkah-langkah strategis dan efektif untuk mengantisipasi peningkatan harga sembako jelang libur Natal dan Tahun Baru. “Selain stabilitas harga, Pemprov juga mesti memastikan ketersediaan dan pasokan bahan sembako di pasar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga tidak menimbulkan gejolak harga,” ujar legislator PDI […]

  • Dukung Kegiatan Earth Hour, Hj Elin Suharliah Imbau Lakukan Daur Ulang Sampah dari Sumber

    Dukung Kegiatan Earth Hour, Hj Elin Suharliah Imbau Lakukan Daur Ulang Sampah dari Sumber

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle kusnadi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    ADIKARYA PARLEMEN HASANAH.ID – Untuk mewujudkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengendalian pencemaran udara, mengembangKan budaya peduli lingkungan, penghematan energy. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj Elin Suharliah mengimbau masyarakat selain untuk melakukan aksi mematikan lampu dan alat elektronik, dilakukan juga pemilahan sampah serta daur ulang sampah sejak dari sumber. Hal ini juga sebagai bentuk […]

  • Ilustrasi Partai Politik di Indonesia.

    Golkar Meraih Suara Terbanyak di Jabar

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Hasanah 012
    • visibility 36
    • 0Komentar

      HASANAH.ID – BANDUNG. Hasil real count Pemilu 2024 untuk kursi legislatif di Jabar dipimpin oleh Golkar. Golkar mendapat perolehan suara sebanyak 1.396.202 suara atau 16,05% persen pada Senin, (19/2/2024). KPU telah mempublikasikan dari 70.787 TPS atau 50.40% dari total 140.457 TPS di Jabar. Hasil ini dapat dilihat di situspemilu2024.kpu.go.id. Ketua DPD Partai Golkar, Ace […]

expand_less
Skip to toolbar