AS Gempur Target di Suriah, Lima Anggota ISIS Dilaporkan Tewas
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Minggu, 21 Des 2025
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Amerika Serikat melakukan operasi militer skala luas di beberapa wilayah Suriah pada Jumat (19/12/2025) sebagai respons terhadap aktivitas kelompok ISIS. Menurut laporan lembaga pemantau konflik, sedikitnya lima orang tewas akibat serangan tersebut.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang bermarkas di Inggris menyatakan bahwa korban merupakan pimpinan serta anggota sel ISIS yang menjadi sasaran serangan udara. Sementara itu, militer AS belum mengungkapkan secara detail jumlah korban dalam operasi tersebut.
Aksi militer ini berlangsung hampir satu minggu setelah insiden penembakan di dekat Palmyra, Suriah, yang menewaskan dua personel Angkatan Darat AS dan seorang penerjemah sipil asal Amerika. Pentagon menegaskan bahwa operasi ini ditujukan untuk melumpuhkan pejuang ISIS beserta persenjataannya.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi tersebut sebagai serangan besar-besaran. Melalui unggahan di platform X, CENTCOM mengungkapkan bahwa lebih dari 100 amunisi presisi digunakan untuk menghantam fasilitas dan gudang senjata ISIS yang telah teridentifikasi.
Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa lebih dari 70 sasaran dihancurkan. Beragam kekuatan militer dilibatkan, termasuk pesawat tempur F-15 dan F-16, pesawat serang A-10 Thunderbolt II, helikopter Apache, serta dukungan dari Angkatan Udara Yordania.
Pada Sabtu (20/12), pemerintah Yordania secara resmi mengonfirmasi keterlibatan militernya dalam serangan udara presisi yang menyasar posisi ISIS di wilayah selatan Suriah. Otoritas Yordania menilai langkah tersebut penting untuk mencegah ISIS menjadikan kawasan itu sebagai basis ancaman bagi negara-negara sekitar, di tengah indikasi kebangkitan kembali kelompok ekstremis tersebut.
CENTCOM juga melaporkan bahwa sejak 13 Desember, pasukan AS bersama mitra koalisi telah melaksanakan sepuluh operasi di Suriah dan Irak, yang mengakibatkan 23 anggota ISIS tewas atau ditangkap. Dalam enam bulan terakhir, lebih dari 80 operasi kontra-terorisme telah digelar di Suriah.
Serangan balasan ini dipicu oleh penyergapan terhadap pasukan AS yang saat itu sedang mendukung seorang tokoh penting di sekitar Palmyra. Pentagon mengidentifikasi dua prajurit yang gugur sebagai Sersan William Howard dan Sersan Edgar Torres Tovar dari Garda Nasional Iowa, sementara penerjemah sipil yang turut tewas bernama Ayad Mansoor Sakat.
- Penulis: Bobby Suryo
