Hasanah.id – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menepis isu mengenai rencana digelarnya musyawarah nasional luar biasa (munaslub) di internal partainya. Ia menegaskan bahwa tidak ada wacana maupun pembicaraan resmi mengenai munaslub dalam struktur partai berlambang pohon beringin tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil menyusul beredarnya rumor yang menyebutkan adanya dinamika internal hingga potensi pergantian kepemimpinan melalui forum munaslub.
“Masa mau dipercaya berita yang enggak ada sumbernya?” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Minggu (3/8/2025).
Isu tersebut juga dibantah oleh sejumlah tokoh Golkar. Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar, Nusron Wahid, menyatakan tidak mengetahui adanya pembahasan soal munaslub, baik di lingkungan internal partai maupun di Istana.
“Sampai hari ini tidak pernah ada pembicaraan di lingkungan Istana kepada saya ataupun kepada pihak-pihak lain di lingkungan Partai Golkar yang membicarakan tentang munaslub,” kata Nusron.
Ia juga membantah keterkaitannya dengan isu tersebut, menyebutnya sebagai kabar yang tidak berdasar.
Penegasan serupa juga datang dari politikus senior Partai Golkar, Nurdin Halid. Dalam pernyataannya, Nurdin menyebut bahwa kabar mengenai munaslub hanyalah isu yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak memiliki dasar kuat.
“Isu Munaslub Golkar itu hoaks. Itu isu murahan yang tidak perlu direspons. Isu itu dikembangkan oleh orang-orang frustrasi yang mencoba kasak-kusuk untuk meraih kekuasaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (1/8).
Partai Golkar diketahui baru saja menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XI pada Agustus 2024 lalu. Dalam forum tersebut, Bahlil Lahadalia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum menggantikan Airlangga Hartarto.
Terpilihnya Bahlil dinilai sebagai bagian dari upaya penyegaran di tubuh Golkar menjelang agenda politik nasional ke depan. Ia juga didukung penuh oleh mayoritas DPD Partai Golkar tingkat provinsi saat munas digelar.










