Hasanah.id – Presiden Prabowo Subianto menyinggung latar belakang kedaerahan dirinya saat memberikan sambutan pada peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Ia menyebut dirinya berasal dari Banyumas, yang menurutnya memiliki karakter berbeda dengan masyarakat Solo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan bahwa perbedaan latar budaya turut memengaruhi cara ia berkomunikasi di hadapan publik. Ia mengaku terbiasa berbicara secara lugas dan langsung pada inti persoalan.
“Saya orang Jawa, tapi Banyumas. Campur juga dengan Sulawesi. Jadi memang beda dengan Solo,” ujar Prabowo di hadapan para siswa, tenaga pendidik, dan tamu undangan.
Prabowo lalu membandingkan gaya komunikasi masyarakat Solo yang dikenal lebih halus dengan karakter Banyumasan yang cenderung tegas dan terbuka. Menurutnya, masyarakat Banyumas tidak banyak basa-basi dalam menyampaikan pendapat.
“Kalau Solo itu halus, kalau Banyumas lebih langsung. Blak-blakan. Bisa dibilang agak keras juga,” katanya, sembari menambahkan bahwa gaya tersebut membuat orang Banyumas kerap disalahpahami.
Ia menegaskan, sikap terbuka itu tercermin dalam cara dirinya memimpin dan berbicara di ruang publik. Prabowo mengaku tidak segan memberikan kritik jika melihat sesuatu yang keliru, namun juga tak ragu menyampaikan apresiasi atas hal-hal positif.
“Kalau salah ya saya bilang salah. Kalau bagus ya saya bilang bagus. Kalau hebat ya saya bilang hebat,” tegasnya.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo juga menjalani kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Kalimantan. Agenda tersebut meliputi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dengan fokus pada penguatan sektor pendidikan serta upaya memperkuat ketahanan energi nasional.











