Home POLITIK Dua Partai Politik Baru Muncul di Awal 2026, Diwarnai Eks Perindo dan Basis Dukungan Anies

Dua Partai Politik Baru Muncul di Awal 2026, Diwarnai Eks Perindo dan Basis Dukungan Anies

Share
Dua Partai Politik Baru Muncul di Awal 2026, Diwarnai Eks Perindo dan Basis Dukungan Anies
Share

Hasanah.id – Dinamika politik nasional kembali bergerak dengan kemunculan partai-partai baru, meski hasil Pemilu 2024 menunjukkan ketatnya persaingan. Dari 18 partai politik peserta pemilu, hanya delapan yang berhasil menembus parlemen.

Sejumlah partai dengan nama besar pun harus tersingkir, mulai dari PSI yang dipimpin Kaesang Pangarep, Partai Ummat dengan tokoh sentral Amien Rais, Perindo besutan Hary Tanoesoedibjo, Hanura di bawah Oesman Sapta Odang, hingga PBB yang dikomandoi Yusril Ihza Mahendra. Bahkan PPP yang memiliki sejarah panjang juga gagal lolos ke Senayan.

Kendati demikian, kegagalan tersebut tidak menghentikan lahirnya kekuatan politik baru. Memasuki pertengahan Januari 2026, setidaknya dua entitas politik resmi mendeklarasikan diri, yakni Partai Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat. Keduanya mengklaim hadir untuk menjawab kekosongan representasi politik dan menawarkan alternatif bagi masyarakat.

Partai Gema Bangsa dideklarasikan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Sabtu (17/1/2026). Partai ini dipimpin Ahmad Rofiq sebagai ketua umum dengan Muhammad Sopiyan sebagai sekretaris jenderal. Keduanya diketahui merupakan mantan kader Partai Perindo yang kini memilih membangun kendaraan politik baru.

Dalam deklarasinya, Gema Bangsa mengusung visi “Indonesia Reborn”, dengan penekanan pada semangat kemandirian nasional dan desentralisasi politik. Ahmad Rofiq menegaskan bahwa partai yang dipimpinnya tidak dibangun sebagai milik segelintir elite, melainkan sebagai rumah bersama bagi seluruh kader di berbagai daerah.

“Partai ini bukan milik individu. Kepemilikan sepenuhnya berada di tangan kader, mulai dari tingkat pusat hingga desa,” ujar Rofiq.

Ia juga menekankan pentingnya meninggalkan praktik politik yang terlalu terpusat dan membuka ruang lebih luas bagi rakyat untuk menentukan arah pembangunan.

Menurut Rofiq, kelahiran Partai Gema Bangsa berangkat dari kegelisahan terhadap kondisi bangsa, terutama pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat. Ia menyebut semangat kedaulatan nasional sebagai fondasi utama perjuangan partainya.

Sementara itu, ormas Gerakan Rakyat juga menegaskan langkah menuju pembentukan partai politik. Dalam Rakernas I 2026 di Jakarta, Minggu (18/1/2026), Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid secara terbuka menyatakan harapan agar Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.

Sahrin menegaskan bahwa arah perjuangan Gerakan Rakyat identik dengan Anies Baswedan, yang bahkan telah menerima kartu tanda anggota bernomor 0001 pada Desember 2025.

Gerakan Rakyat menargetkan pendaftaran sebagai partai politik di Kementerian Hukum RI pada Februari 2026, sembari mengajak seluruh kader bergerak militan memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara.

Share
diskominfo kota sukabumi