Breaking News
Trending Tags
Beranda » BANDUNG » Bandung Berbisnis Kesehatan? Aktivis Sosial dan Lingkungan Angkat Suara

Bandung Berbisnis Kesehatan? Aktivis Sosial dan Lingkungan Angkat Suara

  • account_circle hasanah 006
  • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID. BANDUNG – Munculnya kebijakan kenaikan tarif pelayanan kesehatan melalui Perwal Kota Bandung memunculkan pertanyaan serius terkait hubungan antara pemerintah dan rakyat dalam konteks pemilu, politik anggaran, dan pembangunan.

Dalam sebuah pernyataan, Dedi Kurniawan, Aktivis Sosial dan Lingkungan sekaligus Ketua Badan Kehormatan FK3I Jawa Barat, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebijakan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Jajal Langsung dan Resmikan Tujuh Ruas Tol Trans Jawa

Menurut Dedi Kurniawan, Kenaikan tarif pelayanan kesehatan di Bandung menunjukan bahwa negara semakin terlibat menjadikan rakyat objek bisnis. Sementara, amanat undang-undang seharusnya lebih mengutamakan pembentukan negara yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan bangsa dan rakyat.

Baca Juga: Mentri Perhubungan Pastikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Diturunkan

Lebih lanjut, Dedi Kurniawan menekankan bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus pada upaya pencegahan penyakit daripada hanya menaikkan tarif pelayanan kesehatan.

Ia menilai bahwa Dinas Kesehatan dan UPTD seharusnya lebih mengutamakan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah masyarakat terkena serangan penyakit.

Langkah-langkah tersebut termasuk larangan terhadap makanan penyebab penyakit, himbauan terhadap sekolah untuk mengontrol jajanan anak, serta dorongan kepada produsen untuk menyajikan produk ramah kesehatan. Namun, menurutnya, hal ini tidak terlihat dilakukan secara maksimal.

Baca Juga: Punya KTA PDI Perjuangan, Hengky Kurniawan Resmi Jadi Kader Banteng

  • Penulis: hasanah 006
expand_less