BBM Subsidi Akan Dihapus 2027, Diganti dengan BLT Energi
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
- visibility 98
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pertemuan Luhut dengan Benjamin Olken, Direktur J-PAL sekaligus Profesor Ekonomi di MIT (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengisyaratkan bahwa subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan dihapus dalam dua tahun ke depan, atau tepatnya pada 2027. Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan kebijakan satu harga dan mengalihkan subsidi langsung kepada penerima yang berhak dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Dalam waktu dua tahun, kita bisa menuju ke satu harga. Tidak ada lagi subsidi untuk komoditas seperti Solar atau BBM lainnya. Subsidi akan diberikan langsung kepada masyarakat yang memenuhi syarat,” ujar Luhut dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook di Soehanna Hall, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2025).
Luhut mengungkapkan bahwa kebijakan ini sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dengan perubahan ini, pemerintah dapat menghemat anggaran hingga miliaran dolar.
“Saya yakin ini adalah langkah terbaik karena bisa mengurangi pengeluaran negara dalam jumlah besar,” katanya.
Selain itu, Luhut menegaskan bahwa distribusi subsidi energi akan diawasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini akan memungkinkan Pertamina mengidentifikasi kendaraan yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi berdasarkan nomor kendaraan.
“Sekarang kita punya teknologi yang sangat canggih. AI dapat membantu mengidentifikasi kendaraan mana yang memenuhi syarat untuk menerima BBM tertentu dan mana yang tidak. Saya yakin sistem ini akan berhasil,” jelasnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran subsidi serta mengurangi penyalahgunaan BBM bersubsidi yang selama ini masih terjadi. Pemerintah juga terus mengembangkan sistem agar transisi dari subsidi komoditas ke subsidi langsung dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.***
- Penulis: Hasanah 014
