Breaking News
Trending Tags

Anak SD di NTT Tewas Gantung Diri Lantaran Tak Mampu Beli Buku dan Pulpen

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026 16:58 WIB
  • visibility 375
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penyebab Anak SD di NTT Gantung Diri

Kisah tragis ini semakin jelas setelah penyelidikan menemukan penyebab di balik aksi nekat YBR. Diduga, kekecewaan anak SD di NTT itu muncul karena ia tidak dibelikan buku tulis dan pulpen yang diperlukan untuk sekolah.

Menurut Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, malam sebelum kejadian, YBR meminta sejumlah uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolahnya. Sayangnya, karena kondisi ekonomi yang terbatas, ibunya tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.

“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal,” ungkap Dion Roa, Selasa (3/2/2026).

Dion menambahkan, sehari-hari YBR tinggal bersama neneknya, sedangkan ibunya berada di desa tetangga. Kehidupan keluarga korban memang cukup berat, sang ibu harus membiayai kebutuhan lima anaknya sendiri, sementara ayah YBR telah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.

“Hidupnya (ibu korban) susah,” ujar Dion.

Kronologi Penemuan di Kebun Neneknya

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (29/1/2026). Korban ditemukan gantung diri di pohon cengkih yang berada di kebun milik neneknya. Pohon tersebut hanya berjarak sekitar tiga meter dari pondok tempat korban biasa tinggal.

“Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter,” kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage.

Pada saat kejadian, nenek korban tidak berada di pondok karena menginap di rumah tetangga untuk membantu memecahkan kemiri. Korban diketahui tidak berangkat sekolah pada pagi hari tersebut. Warga yang hendak mengikat ternak di kebun nenek korban justru menemukan YBR dalam kondisi gantung diri.

“Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga. Nginap di rumah tetangga. Korban ini malamya tidur di rumah orang tuanya,” jelas Bernardus.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less