Breaking News
Trending Tags

Anak SD di NTT Tewas Gantung Diri Lantaran Tak Mampu Beli Buku dan Pulpen

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026 16:58 WIB
  • visibility 373
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Respons Pemerintah atas Kasus Anak SD di NTT

Kasus Anak SD di NTT ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

“Ya tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengaku belum menerima laporan lengkap terkait kasus ini dan akan melakukan penelusuran lebih lanjut, “Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya,” ujar Abdul Mu’ti.

Tragedi Anak SD di NTT Menjadi Alarm Sosial

Kasus meninggalnya Anak SD di NTT ini menjadi pengingat keras bahwa tekanan ekonomi dan minimnya pendampingan psikologis pada anak-anak bisa berdampak fatal. Peristiwa ini tidak hanya soal kemiskinan, tetapi juga tentang pentingnya kehadiran negara, sekolah, dan lingkungan dalam memastikan kesehatan mental serta kesejahteraan anak.

Catatan dari penulis:

Artikel ini disajikan semata-mata sebagai informasi dan tidak dimaksudkan untuk ditiru. Perasaan sedih, tertekan, atau pikiran untuk bunuh diri perlu mendapatkan perhatian serius. Segeralah mencari bantuan ke orang terdekat, terpercaya dan professional seperti psikolog, psikiater, konselor, atau fasilitas kesehatan mental yang sangat dianjurkan. Bertahanlah untuk hal-hal sederhana yang masih bisa menumbuhkan harapan, sekecil apa pun itu.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less