Waspada “Godzilla El Nino” 2026! Kemarau Lebih Panjang dan Kering Ancam Jawa Barat
- account_circle anshori
- calendar_month Kamis, 26 Mar 2026 07:00 WIB
- visibility 384
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Peringatan El Nino Pemerintah Siapkan Strategi Antisipasi Dampak Kekeringan/Sumber Foto: Pixabay
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Melihat potensi risiko yang ditimbulkan, BRIN mengimbau pemerintah untuk segera melakukan langkah mitigasi di berbagai sektor. Salah satu fokus utama adalah mengantisipasi kekeringan yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah lumbung padi.
Daerah Pantai Utara Jawa atau Pantura menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa wilayah di dalamnya seperti Bekasi, Karawang, Cikampek, Cirebon, Indramayu, dan Subang yang termasuk dalam wilayah Jawa Barat berpotensi terdampak kekeringan yang dapat mengganggu produksi padi.
Di sisi lain, wilayah timur laut Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera justru berisiko mengalami banjir akibat curah hujan yang tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim bisa sangat kontras antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Selain kekeringan dan banjir, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu menjadi perhatian serius, terutama di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Meskipun sebagian wilayah utara kedua pulau tersebut diperkirakan masih mendapatkan hujan, risiko kebakaran tetap ada di wilayah lain yang mengalami kekeringan.
Menariknya, di tengah ancaman tersebut, BRIN juga melihat peluang di sektor tertentu. Salah satunya adalah optimalisasi produksi garam di wilayah selatan Indonesia. Kondisi kemarau panjang dengan tingkat penguapan tinggi dinilai dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi garam dan mendukung target swasembada pada periode 2026–2027.
- Penulis: anshori




