Breaking News
Trending Tags

Kuba Kecam AS! Bruno Rodriguez: Ini Hukuman Kolektif!

  • account_circle Faruq Aditya - News Writer
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026 18:30 WIB
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id– Ketegangan diplomatik antara Havana dan Washington kembali memanas setelah pemerintah Amerika Serikat memberlakukan kebijakan baru yang dinilai sangat merugikan. Pihak Kuba kecam AS secara tegas melalui Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez, yang menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tindakan pemaksaan sepihak yang melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (1/5), Rodriguez menyampaikan protes keras melalui platform media sosial X. Ia menilai bahwa kebijakan yang diambil oleh Gedung Putih merupakan upaya sistematis untuk menekan kehidupan rakyat negaranya secara langsung. Rodriguez menegaskan bahwa tindakan ini menunjukkan niat Washington untuk sekali lagi menjatuhkan hukuman kolektif kepada seluruh rakyat Kuba tanpa terkecuali.

Kebijakan Eksekutif Donald Trump

Pernyataan keras dari pihak Havana ini muncul sesaat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif terbaru. Perintah tersebut berisi pemberlakuan sanksi baru terhadap sejumlah individu dan entitas yang memiliki keterkaitan erat dengan pemerintah Kuba, dengan dalih kekhawatiran mengenai ancaman terhadap keamanan nasional serta kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Namun, pemerintah Kuba kecam AS karena melihat ada motif politik yang provokatif di balik momentum pengumuman ini. Sanksi tersebut sengaja diumumkan bertepatan dengan tanggal 1 Mei, yang merupakan Hari Buruh Internasional atau May Day. Bagi masyarakat Kuba, tanggal tersebut adalah momen krusial di mana demonstrasi besar-besaran rutin dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas nasional dan perlawanan terhadap tekanan luar.

Rodriguez mencatat bahwa jutaan warga Kuba ikut serta dalam demonstrasi tersebut untuk mengecam blokade AS dan apa yang ia gambarkan sebagai “pengepungan energi”. “Sementara pemerintah AS menindas rakyatnya sendiri di jalanan, mereka berusaha menghukum rakyat kita yang secara heroik melawan serangan imperialisme AS,” tegas Rodriguez dalam keterangan tambahannya yang dikutip dari media sosial tersebut.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Faruq Aditya - News Writer
  • Editor: Redaksi Hasanah
expand_less