Gempa M7,1 di Prefektur Kumamoto merusak 21.800 rumah
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026 19:30 WIB
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Gempa di Jepang berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang kawasan pesisir Prefektur Kumamoto pada 28 Juli, menurut laporan otoritas setempat.
Gempa di Jepang itu memicu peringatan tsunami bagi perairan Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro setelah gempa utama terjadi.
Gempa di Jepang juga disusul oleh rangkaian gempa susulan yang terus dipantau oleh badan meteorologi dan otoritas daerah.
Otoritas di Prefektur Kumamoto menyatakan kerusakan meluas terjadi pada infrastruktur dan permukiman di pesisir.
Data resmi menunjukkan sekitar 21.800 rumah tercatat mengalami kerusakan, baik sebagian maupun keseluruhan.
Angka kerusakan properti tersebut dihimpun dari laporan lapangan yang dikompilasi oleh instansi terkait.
Pemerintah daerah segera mengerahkan tim tanggap darurat untuk menilai kondisi di wilayah terdampak.
Evakuasi mandiri dan arahan untuk menjauhi garis pantai dikeluarkan setelah peringatan tsunami diumumkan.
Beberapa jalan pantai dilaporkan mengalami gangguan sehingga akses menuju lokasi terdampak menjadi terbatas.
Tim SAR bersama petugas pemadam kebakaran fokus pada pencarian korban dan membantu warga yang terjebak di area runtuhan.
Pusat-pusat pengungsian mulai dibuka untuk menampung warga yang rumahnya rusak atau tidak aman untuk ditinggali.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



