Breaking News
Trending Tags

Marcos Jr. perintahkan siaga usai Habagat tewaskan 8

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026 12:00 WIB
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Badai muson barat daya memicu gelombang hujan ekstrem yang, menurut laporan resmi, menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan satu orang dinyatakan hilang di beberapa provinsi Filipina.

Data dari Dewan Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) menyebutkan korban tewas berasal dari longsor dan kecelakaan terkait banjir.

Pihak berwenang menegaskan bahwa intensifikasi hujan yang dipicu oleh Badai muson barat daya dan dua siklon tropis, Luis dan Maymay, memperburuk kondisi lapangan.

Dua korban dilaporkan tewas di provinsi Rizal akibat longsoran batu yang menimpa pemukiman.

Di Batangas, dua orang diduga tewas karena tenggelam dan tersengat arus listrik saat banjir melanda kawasan pesisir dan dataran rendah.

Benguet melaporkan dua korban meninggal akibat tanah longsor yang juga memicu tujuh orang luka-luka.

La Union mencatat dua korban meninggal dalam kecelakaan terkait banjir yang menimpa akses jalan lokal.

Satu orang di Batangas tercatat masih berstatus hilang sementara upaya pencarian terus berlangsung.

NDRRMC mengestimasi sekitar 124.000 keluarga atau sekitar 486.000 jiwa terdampak curah hujan lebat dan banjir hingga Minggu petang waktu setempat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less