Breaking News
Trending Tags

Breaking News: Trump Resmi Setop Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Sinyal Damai dengan Iran?

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026 11:41 WIB
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Operasi Epic Fury Dinyatakan Rampung

Sejalan dengan pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga memberikan keterangan bahwa misi militer yang sebelumnya digelar telah mencapai target utama. Menurut Rubio, fase operasi militer AS di Selat Hormuz yang bersifat ofensif telah berakhir. Ia menyebutkan bahwa Amerika telah berhasil memberikan tekanan maksimal yang membuat ekonomi Iran berada di ambang kehancuran, yang memaksa mereka kembali ke meja runding.

“Operation Epic Fury sudah selesai. Kami mencapai tujuan dari operasi tersebut. Saya tidak mengharapkan adanya eskalasi tambahan,” kata Rubio. Ia juga menambahkan bahwa bentrokan yang terjadi di Selat Hormuz beberapa waktu lalu bukanlah bagian dari rencana perang awal, melainkan murni operasi defensif untuk melindungi kepentingan pelayaran komersial.

Keputusan untuk menghentikan operasi militer AS di Selat Hormuz ini diharapkan dapat menurunkan harga minyak dunia yang sempat bergejolak. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur bagi sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia, sehingga stabilitas di kawasan ini sangat menentukan kondisi ekonomi global, termasuk dampaknya bagi harga BBM di Indonesia.

Tantangan Gencatan Senjata yang Masih Rapuh

Meski Trump sudah mengumumkan penghentian operasi militer AS di Selat Hormuz, situasi di lapangan dilaporkan masih cukup cair. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa jalur pelayaran mulai diamankan dan ratusan kapal komersial yang sebelumnya tertahan kini mulai bersiap untuk melintas. Namun, ia mengingatkan bahwa gencatan senjata yang berlangsung selama empat minggu terakhir ini masih bersifat rapuh.

Pihak Iran sendiri, melalui pernyataan resminya, tetap bersikap waspada. Teheran memperingatkan bahwa setiap upaya campur tangan militer lebih lanjut di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan mereka. Namun, dengan adanya mediator seperti Pakistan, ada harapan bahwa penghentian operasi militer AS di Selat Hormuz ini menjadi pintu masuk bagi perdamaian permanen.

Langkah Trump yang mengutamakan negosiasi ini juga dipandang sebagai strategi politik dalam negeri jelang dinamika politik di AS. Publik Amerika yang mulai jenuh dengan biaya perang yang mahal di Timur Tengah menyambut baik keputusan untuk mengurangi keterlibatan langsung personel militer dalam konflik bersenjata di perairan internasional tersebut.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less