Darurat Kekerasan Seksual di Pesantren, Cak Imin Desak Pembentukan Hotline Pengaduan di Tiap Kabupaten
- account_circle MFC Team
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026 22:03 WIB
- visibility 161
- comment 0 komentar
- print Cetak

Darurat Kekerasan Seksual di Pesantren, Cak Imin Desak Pembentukan Hotline
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dengan adanya hotline kekerasan seksual di pesantren, pemerintah daerah diharapkan bisa membangun ekosistem sosialisasi yang masif. Santri harus tahu ke mana mereka harus melapor jika melihat atau mengalami tindakan yang tidak wajar.
“Mereka awam terhadap hakikat akan dirinya menghadapi pendidikan. Ini harus ada orientasi. Saya minta pada pemerintah daerah membangun ekosistem sosialisasi kepada seluruh para anak didik,” tambahnya.
Update Kasus Pencabulan di Pati: Tersangka Telah Diringkus
Sebagai informasi tambahan terkait latar belakang usulan ini, Polda Jawa Tengah telah berhasil meringkus tersangka berinisial AS. Ia merupakan kiai yang diduga mencabuli santriwatinya di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati.
AS sempat menjadi buron setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan kepolisian. Pelarian tersangka berakhir di Kabupaten Wonogiri setelah polisi melakukan pengejaran intensif. Kasus ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya pengawasan ketat dan kanal pengaduan seperti hotline kekerasan seksual di pesantren agar proses hukum bisa berjalan lebih cepat dan transparan.
Harapan Masa Depan: Pesantren yang Aman dan Nyaman
Cak Imin berharap, dengan adanya sinergi antar kementerian dan pembentukan hotline kekerasan seksual di pesantren di setiap kabupaten, citra pesantren sebagai lembaga pencetak generasi berakhlak mulia tetap terjaga. Pesantren harus menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak untuk menimba ilmu, bukan justru menjadi tempat yang menyimpan trauma.
- Penulis: MFC Team




