Breaking News
Trending Tags

Gubernur BI Disemprot DPR dalam Rapat Kerja Terkait Stabilitas Ekonomi, Rupiah Anjlok ke Rp 17.600

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026 13:50 WIB
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Kritik tajam dalam agenda Gubernur BI Disemprot DPR tersebut juga menguliti efektivitas berbagai instrumen moneter yang selama ini dibanggakan oleh pihak Bank Indonesia. Berbagai langkah intervensi pasar berskala besar dinilai belum mampu menahan laju keperkasaan dolar AS secara signifikan. DPR menyoroti bahwa kebijakan intervensi besar-besaran tersebut justru telah menguras cadangan devisa negara secara drastis, yakni merosot dari angka US$ 156 miliar menjadi tinggal US$ 146 miliar saja.

 

Selain masalah terkurasnya cadangan devisa, perdebatan Gubernur BI Disemprot DPR juga membongkar fakta mengenai agresivitas BI dalam menaikkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga menyentuh angka 6,41%. Langkah pengetatan likuiditas tersebut diperparah dengan aksi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp 332 triliun sepanjang tahun 2025 serta tambahan Rp 133 triliun pada periode berjalan. Seluruh pembatasan dan pengetatan pembelian dolar AS yang telah diterapkan nyatanya tetap gagal membendung pelemahan nilai tukar rupiah.

 

Pertanyaan kritis yang mengemuka saat Gubernur BI Disemprot DPR berfokus pada alasan fundamental mengapa rupiah terus-menerus mengalami depresiasi yang berlanjut. Berdasarkan analisis dari anggota parlemen, gejolak ekonomi ini tidak boleh hanya ditimpakan pada faktor eksternal atau tekanan global semata. Pihak Bank Indonesia dituntut untuk berani jujur mengakui adanya permasalahan domestik yang sangat serius, seperti pembengkakan defisit fiskal serta defisit transaksi berjalan (current account deficit).

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less