Breaking News
Trending Tags

Gubernur BI Disemprot DPR dalam Rapat Kerja Terkait Stabilitas Ekonomi, Rupiah Anjlok ke Rp 17.600

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026 13:50 WIB
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Dampak domino dari isu Gubernur BI Disemprot DPR ini juga mengarah pada besarnya arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik secara masif (capital outflow). Para legislator menilai bahwa penurunan nilai tukar yang sangat tajam ini mengindikasikan adanya krisis kepercayaan dari para investor global terhadap prospek perekonomian Indonesia. Tanpa adanya pembenahan mendasar pada sektor riil dan kepastian regulasi, intervensi moneter dalam bentuk apa pun dianggap hanya akan membuang-buang cadangan devisa negara.

 

Sejalan dengan kritik tersebut, anggota Komisi XI lainnya, Charles Meikyansah, memanfaatkan momentum Gubernur BI Disemprot DPR untuk mempertanyakan indikator akurat yang digunakan BI. Ia menilai klaim stabilitas yang selalu disuarakan oleh Bank Indonesia sudah tidak lagi relevan dengan fakta objektif di pasar. Charles mempertanyakan apakah penurunan nilai tukar rupiah ke angka Rp 17.600 ini masih dianggap sebagai siklus musiman biasa atau sebenarnya sudah masuk dalam kategori tekanan fundamental yang membahayakan negara.

 

Aksi protes keras dalam forum Gubernur BI Disemprot DPR ini menjadi alarm penting bagi pemerintah untuk segera merumuskan kebijakan penyelamatan ekonomi yang lebih konkret dan taktis. Tren penurunan cadangan devisa selama tiga bulan terakhir harus segera dihentikan agar kapasitas intervensi BI tidak lumpuh di masa mendatang. Diharapkan pasca-peristiwa Gubernur BI Disemprot DPR ini, Bank Indonesia dapat bersinergi lebih erat dengan Kementerian Keuangan guna melahirkan jurus moneter-fiskal yang ampuh demi mengembalikan kedigdayaan mata uang rupiah.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less