Breaking News
Trending Tags

Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp 17.800, Pakar Desak Hindari Kebiasaan Belanja Impor harian!

  • account_circle Rizky NurAzis
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026 16:02 WIB
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  • Hentikan Konsumsi Berlebihan Barang Impor Pakar menekankan pentingnya mengurangi pembelian produk luar negeri jika sudah tersedia alternatif lokal yang setara. Mulai dari pakaian, elektronik, hingga makanan olahan. Kenaikan dolar secara otomatis membuat barang impor jauh lebih mahal. Menggeser pilihan ke produk dalam negeri bukan hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga turut mendukung perekonomian nasional.
  • Tunda Liburan ke Luar Negeri Perencanaan liburan internasional saat ini menjadi sangat mahal karena hampir seluruh biaya dihitung dalam dolar. Pakar menyarankan untuk mengalihkan destinasi ke wisata domestik yang tak kalah indah, seperti destinasi di Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, atau Labuan Bajo. Selain lebih hemat, hal ini juga mendukung pemulihan sektor pariwisata dalam negeri.
  • Hindari Menambah Utang Konsumtif Di saat nilai dolar menguat, suku bunga pinjaman berpotensi ikut naik. Masyarakat diimbau untuk tidak mengajukan kredit baru untuk keperluan konsumtif seperti gadget baru, mobil, atau barang mewah lainnya. Utang sebaiknya hanya digunakan untuk keperluan produktif yang benar-benar mendatangkan tambahan penghasilan.
  • Kurangi Pemborosan di Energi dan Pangan Lonjakan dolar dapat memicu kenaikan harga bahan bakar, listrik, dan bahan pangan pokok. Mulailah melakukan penghematan kecil di rumah: matikan lampu yang tidak digunakan, hemat penggunaan air, dan belanja bahan makanan secara cerdas dengan menu yang lebih sederhana namun bergizi.

Strategi Taktis Mengamankan Aset Keluarga

Hasanah.id merangkum beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga nilai aset di tengah pelemahan rupiah:

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Rizky NurAzis
  • Editor: redaksi hasanah.id
expand_less