Presiden FIFA Gianni Infantino Disorot, Parlemen Eropa Minta FIFA Usut Kasus Kartu Merah Folarin Balogun
- account_circle anshori
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 07:45 WIB
- visibility 243
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden FIFA, Gianni Infantino
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kasus ini bermula ketika Folarin Balogun menerima kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada fase sebelumnya di Piala Dunia 2026. Berdasarkan ketentuan disiplin FIFA, kartu merah otomatis membuat seorang pemain harus menjalani hukuman larangan tampil pada laga berikutnya.
Namun, dalam perkembangan yang mengejutkan, FIFA memutuskan menghentikan pelaksanaan hukuman tersebut melalui mekanisme hukum yang disebut-sebut belum pernah diterapkan pada putaran final Piala Dunia sejak aturan kartu merah diberlakukan.
Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar hukum yang digunakan FIFA dalam membatalkan sanksi otomatis tersebut. Sejumlah pihak menilai langkah itu berpotensi menciptakan preseden baru dalam penerapan regulasi disiplin di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Polemik semakin berkembang setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui dirinya sempat menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino berkaitan dengan kartu merah yang diterima Balogun.
Trump menjelaskan bahwa komunikasi tersebut dilakukan karena ia menganggap keputusan wasit tidak mencerminkan rasa keadilan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa panggilan tersebut tidak disertai permintaan imbalan ataupun bentuk tekanan tertentu kepada FIFA.
- Penulis: anshori




