BANDUNG – Selain bersilaturahmi dengan Gubernur Jabar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar juga menandatangani kesepakatan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jabar terkait optimalisasi pencegahan bahaya narkoba.
Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei mengatakan, melalui kesepakatan tersebut, para ulama akan terjun langsung memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. Bahkan, pihaknya pun sudah membentuk komisi khusus untuk mengatasi hal itu.
“Kami sudah sepaham bahwa ini bukan tugas kepolisian saja, BNN saja. Ulama dalam pengajian, dalam khutbah, harus menyampaikan (bahaya narkoba). Pencegahan lebih baik dari penanggulangan,” katanya.
Menurut Rachmat, peredaran narkoba kini sudah menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesan. Melalui kerja sama dengan BNN, pihaknya berharap, persoalan tersebut bisa tertangani dengan baik.
Dia menegaskan, MUI Jabar ingin menjadikan Jabar terbebas dari narkoba. Pasalnya, dia khawatir, penerapan agama di masyarakat terganggu akibat penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak akal manusia.