Breaking News
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » BNPB Rencanakan Pengerukan Sungai di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera, Dimulai dari Muara

BNPB Rencanakan Pengerukan Sungai di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera, Dimulai dari Muara

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat berdampak serius terhadap kondisi daerah aliran sungai (DAS). Endapan lumpur hasil sedimentasi membuat sejumlah sungai mengalami pendangkalan sehingga meningkatkan risiko banjir berulang.

Untuk mengurangi potensi bencana lanjutan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama berbagai instansi terkait akan melakukan upaya normalisasi sungai melalui pengerukan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pengerjaan pengerukan direncanakan dimulai dari bagian muara sungai. Ia menjelaskan bahwa inisiatif tersebut melibatkan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Pengerukan akan dimulai dari muara sungai, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian PUPR,” ujar Abdul saat ditemui di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (4/1).

Ia menambahkan, proses tersebut akan menggunakan kapal khusus pengerukan atau dredger guna mempercepat pendalaman alur sungai. Menurutnya, pengerukan tidak hanya dilakukan di aliran sungai darat, tetapi juga dari muara menuju ke hulu dengan peralatan berkapasitas besar.

“Dengan kapal dredging yang lebih besar, proses pendalaman saluran air dapat berjalan lebih efektif dan cepat,” jelasnya.

Selain itu, BNPB juga masih menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan bencana susulan, mengingat kapasitas sungai saat ini belum mampu menampung debit air secara maksimal.

Abdul menjelaskan bahwa tingginya sedimentasi menyebabkan daya tampung sungai dan saluran air utama menjadi sangat terbatas. Akibatnya, hujan dengan intensitas sedang yang berlangsung lebih dari dua jam saja berpotensi memicu luapan air.

“Oleh karena itu, percepatan normalisasi saluran air di darat terus kami lakukan, terutama di titik-titik rawan yang selama ini kerap menjadi penyebab banjir saat hujan turun,” pungkasnya.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less
Skip to toolbar