BPBD Jabar Laporkan Ratusan Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi Garut
- account_circle Hasanah 013
- calendar_month Minggu, 28 Apr 2024
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas BPBD sedang memeriksa rumah yang terkena dampak gempa bumi Garut yang terjadi pada Sabtu, 27 April 2024./Foto: Dok. BPBD Jabar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, JABAR – Gempa bumi dengan kekuatan 6,2 Magnitudo mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat (Jabar) pada Sabtu, 27 April 2024.
Gempa ini berpusat di Kabupaten Garut, seperti yang dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Meskipun awalnya dilaporkan memiliki kekuatan 6,5 Magnitudo, BMKG melakukan pemutakhiran dan menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Garut sebenarnya berkekuatan 6,2 Magnitudo.
BPBD Jabar mencatat bahwa dampak kerusakan tidak hanya terjadi di Garut, tetapi juga meluas ke daerah lain seperti Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cimahi, dan Kabupaten Cianjur.
Tiga belas dari empat belas daerah, sebanyak 180 bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat. Di Kabupaten Garut sendiri, 55 bangunan terdampak dan 21 jiwa mengungsi.
Kabupaten Ciamis juga mengalami kerusakan signifikan dengan 45 unit dan 7 bangunan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkena dampak gempa.
Selain bangunan, fasilitas pendidikan dan tempat ibadah juga terkena dampak. Sebanyak 4 fasilitas pendidikan dan 5 tempat ibadah mengalami kerusakan.
Hadi Rahmat, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, menjelaskan bahwa data ini masih dalam pendataan dan bisa berubah seiring evaluasi di lapangan.
“Masih dalam pendataan dan assessment di lapangan. Data masih bisa berubah suatu waktu,” ujarnya pada Minggu, 28 April 2024.
BPBD Jabar terus berupaya dalam penanggulangan bencana, termasuk pendataan korban dan bangunan yang terdampak. Mereka juga intens berkoordinasi dengan BPBD Kota/Kabupaten untuk mengoptimalkan penanganan bencana di wilayah masing-masing.*** (Gilang)
- Penulis: Hasanah 013
