BPDAS-HL Cimanuk-Citanduy Gelar GNPDAS dan Launching Bibit Produktif di Sumedang
- account_circle kusnadi
- calendar_month 19 November 2019, 00:11 WIB
- visibility 302
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id– Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Cimanuk – Citanduy bekerjasama Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Dinas Kehutanan Jawa Barat menggelar Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) dan Launching Bibit Produktif di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Senin (18/11/2019).
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan GNPDAS, Kepala BPDAS-HL Cimanuk-Citanduy, Ir.Rukma Dayadi,M.Si, berharap melalui gerakan ini masyarakat dapat menjaga dan melestarikan lingkungan.
“Kegiatan GNP-DAS dan Launching Bibit Produktif ini sengaja kita laksanakan disini agar semakin menumbuhkan rasa cinta kita terhadap lingkungan dan bukti nyata perlindungan terhadap bendungan yang kita cintai ini. Kami siap memberikan bantuan 1 juta pohon untuk menghijaukan catcment area Jatigede,” kata Dayadi.

Dalam kegiatan ini dilakukan penanaman pohon secara simbolis serta melakukan gerakan menanam sejuta pohon untuk penghijauan lahan kritis di kawasan Bendungan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Langkah ini untuk mencegah pemanasan global hingga penataan untuk persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede.
“Saya minta penghijauan sejuta pohon di kawasan Jatigede ini menjadi sebuah moment yang melibatkan partisipasi masyarakat. Bukan sekedar program untuk menyerap anggaran, tapi harus berbasis hati. Niatkan sebagai ibadah,” ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada acara pencanangan GNPDAS di Sumedang. Senin (18/11/2019).
Dony meminta agar gerakan penghijauan ini benar-benar memberikan dampak bagi rehabilitasi lahan kritis, untuk mengantisipasi pemanasan global, serta menjaga keanekaragaman hayati di kawasan Jatigede. Menurutnya gerakan penghijaun ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pengembangan KEK Pariwisata Jatigede.
“Melalui gerakan ini sekeliling Jatigede akan hijau, sehingga kelak menjadi destinasi wisata. Dengan demikian ekonomi warganya meningkat dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Ada beberapa jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan penanaman sejuta pohon ini seperti, rambutan, istana, sapu tangan, glodogan tiang, damar, kencana, merbau, nyamplung gunung, pucuk merah, jambu air madu dan pohon nangka,” jelas dia.
Selain itu, Dony berharap dengan penanaman tersebut bisa mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi dan ketersediaan air bersih. Tentunya dengan begitu bisa menambah kesejahteraan masyarakat.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Jabar Evi Kustiawan mengatakan gerakan memulihkan lahan akan berdampak juga terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Menanam dan memelihara pohon membuat Jabar lestari dan hijau. Dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Hutan bukan hanya sumber daya lingkungan, tetapi juga untuk mensejahterakan masyarakat,”pungkasnya. Asp/kus
- Penulis: kusnadi



