Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Calo Berkeliaran di Penghitungan Suara Kecamatan, Politikus PDIP Ini Mengaku Jadi Korbannya

Calo Berkeliaran di Penghitungan Suara Kecamatan, Politikus PDIP Ini Mengaku Jadi Korbannya

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 28 Apr 2019
  • visibility 377
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POLITIKUS senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon mengungkapkan adanya praktik calo di rekapitulasi formulir C1 di kecamatan.

Dia menceritakan, calo yang dimaksud berasal dari unsur Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ataupun petugas penghitungan, dengan jumlah uang yang mencapai ratusan ribu.

Tugasnya, kata dia, memindahkan suara, baik untuk internal satu partai, maupun partai lain dari beberapa caleg.

“Ada. Sangat ada. Main saja coba ke kecamatan. Calonya di sana semua. Mereka lagi mindahin suara,” ungkapnya di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (27/4/2019)

Effendi Simbolon lantas menjabarkan cara mereka bekerja. Calo, katanya, akan menambahkan atau mengurangi huruf X di dalam kolom jumlah suara di formulir C1.

Itu pun tergantung pesanan dari caleg yang bersangkutan.

Bisa saja, lanjut dia, caleg yang menjual suaranya dan atau memindahkan suara, sudah bekerja sama dengan calo yang dimaksud.

“Suara saya sempat hilang juga itu. Dia kan kalau sudah ditambah X-nya itu artinya nol. Artinya nambahnya puluhan atau ratusan kan? Kurangnya juga segitu. Untung saya pergoki kemarin itu,” katanya.

“Lucunya, kalau mereka kepergok langsung bilang “Sorry Pak” gitu saja,” tuturnya.

Kenapa kecurangan tejadi di penghitungan tingkat kecamatan? Effendi Simbolon menjawab, karena di TPS sudah tidak mungkin.

Sebab, terlalu banyak orang yang menyaksikan. Sedangkan di kecamatan, orang yang mengawasi semakin sedikit.

“Nah, tinggal tunggu saksinya tidur atau kelewatan. Enggak peduli siang atau malam. Calo ini kerjanya lihat situasi. Kalau ada aturan yang boleh pukuli di tempat, sudah saya pukuli itu,” paparnya.

  • Penulis: khasanah
expand_less