Deretan Perusahaan Tambang Emas dan Batu Bara di Sumut, Aceh, dan Sumbar
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 109
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti meningkatnya kerentanan ekologis di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat sebagai pemicu banjir dan longsor yang terjadi pada 25–27 November. Walhi menilai perubahan bentang alam—terutama hilangnya tutupan hutan—serta pengaruh krisis iklim telah memperburuk kondisi di tiga wilayah tersebut.
Dalam laporannya, Walhi mencatat sekitar 1,4 juta hektare hutan di Sumut, Aceh, dan Sumbar mengalami deforestasi selama periode 2016–2025. Aktivitas pertambangan disebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut. Setidaknya terdapat 631 perusahaan pemegang izin tambang yang beroperasi di ketiga provinsi.
Berikut sejumlah perusahaan tambang yang tercatat beroperasi di masing-masing daerah:
Sumatera Utara
- PT Agincourt Resources (PTAR) – Pengelola tambang emas Martabe di kawasan Batang Toru, Tapanuli Selatan.
- PT Sorikmas Mining (SMM) – Penambangan emas dan mineral lain di Kabupaten Mandailing Natal.
Aceh
- PT Emas Mineral Murni (EMM) – Mengelola tambang emas, tembaga, dan molibdenum di Aceh Tengah dan Nagan Raya.
- PT Lhoong Setia Mining – Berfokus pada penambangan bijih besi di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.
- PT Mifa Bersaudara – Perusahaan tambang batu bara di Aceh Barat.
- PT Bara Adipratama Meulaboh – Tambang batu bara di Kabupaten Aceh Barat.
Sumatera Barat
- PT Nusa Alam Lestari (NAL) – Tambang batu bara di Kota Sawahlunto.
- PT Guguk Tinggi Coal – Beroperasi di Kota Sawahlunto.
- PT Karbindo Abesyapradhi – Penambangan batu bara di Kabupaten Sijunjung.
- PT Tripabara – Tambang batu bara di Kabupaten Pesisir Selatan.
- PT Bina Bakti Pertiwi – Penambangan emas dan timah hitam di Kabupaten Solok Selatan.
Menanggapi kritik terhadap aktivitas pertambangan tersebut, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa lokasi tambang berada cukup jauh dari area yang dilanda bencana, khususnya di Sumatera Utara.
- Penulis: Bobby Suryo



