HASANAH.ID, EKONOMI – Kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai menunjukkan dampak besar terhadap perekonomian negara tersebut. Wall Street dilaporkan kehilangan lebih dari Rp 80 ribu triliun dalam waktu singkat akibat ketegangan dagang yang meningkat.
Mengutip Reuters, sekitar US$5 triliun (setara Rp 82.800 triliun) telah menguap dari pasar saham AS. Ketidakpastian yang disebabkan oleh perang dagang memicu kekhawatiran akan potensi resesi global. Reuters juga memperingatkan bahwa volatilitas pasar kemungkinan masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan, setidaknya hingga 9 April 2025, bertepatan dengan pemberlakuan tarif resiprokal penuh yang diumumkan Trump.
Trump sebelumnya mengumumkan penerapan tarif baru terhadap lebih dari 180 negara dan wilayah. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi perdagangan besar-besaran yang dicanangkannya. Dampaknya pun dirasakan di berbagai belahan dunia.