DPRD Jabar Berharap Kebutuhan Air Masyarakat Lebih Diperhatikan - Hasanah

DPRD Jabar Berharap Kebutuhan Air Masyarakat Lebih Diperhatikan

ADHIKARYA PARLEMEN

Hasanah.id – Bandung. Sektor pertanian merupakan sektor yang diandalkan untuk mengatasi persoalan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, untuk penguatan sektor pangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara intens melaksanakan kerjasama baik antar lembaga maupun dengan berbagai elemen masyarakat.

Mendengar keluhan petani selain soal langkanya pupuk di Karawang, masalah kebutuhan air di pesawahan menjadi masalah utama para petani. Seperti diberitakan, bencana kekeringan masih menghantui para petani di kawasan lumbung padi Jawa barat ini.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Iis Turniasih berharap kebutuhan masyarakat khususnya petani yang membutuhkan air untuk pesawahan benar-benar diperhatikan.

Mengingat Jabar merupakan lumbung padi nasional, Iis menilai, semestinya hal itu tidak boleh terjadi. Dia mengaku sedih, terlebih masyarakat sangat membutuhkan fungsi yang optimal dari setiap bendung yang ada. Bagaimana tidak, pintu-pintu air yang ada di tiap bendung berfungsi untuk mengatur distribusi air.

Selain itu, peran para petugas lapangan di setiap sub-unit pelayanan (SUP) amat membantu semua itu. Kondisi itu masih diperparah dengan tidak adanya pengatur naik-turunnya pintu air.

“Saya yakin masih banyak pintu air yang kondisinya seperti ini di UPTD PSDA lainnya. Kalau kita mau menjadi lumbung padi nasional, kiranya hal seperti ini jangan sampai terjadi,” ujar Iis politisi PDI Perjuangan dapil Purwakarta-Krawang ini.

Iis menambahkan, Jabar sudah memiliki Perda Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Kemandirian Pangan Daerah. Jangan sampai penegakan perda tersebut tidak tersosialisasikan kepada masyarakat.

Seharusnya, nasib masyarakat petani yang benar-benar membutuhkan air harus diperhatikan. Sejatinya pintu air seperti itu sangat berguna untuk menjaga ketinggian permukaan air sehingga dapat terbagi dengan lebih lancar. Apalagi air sangat dibutuhkan untuk persawahan.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana di provinsi lain. Ini cermin buruk pengelolaan sumberdaya air kita. Ini PR serius untuk Pemprov Jabar. Masa sih di provinsi yang menjadi lumbung padi nasional pintu airnya kurang memadai?” pungkasnya. (Uwo)

Total
0
Shares
Related Posts