Ia mengatakan hal ini menjadi solusi untuk meningkatkan potensi daerah melalui ketahanan pangan. Serta sebagai upaya membangkitkan semangat potensi daerah guna meningkatkan kedaulatan ketahanan pangan.
Ijah mengungkapkan dalam rangka pelestarian dan pengembangan sumber penghidupan manusia secara berkelanjutan, kawasan hutan dan DAS memberikan penghidupan secara seimbang dan berkelanjutan serta aspek sosial budaya berupa kearifan lokal selalu terjaga dan lestari sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Guna mengurangi ketergantungan pada beras dan gandum melalui gerakan budi daya dari berbagai ragam pangan yang ada di wilayah Jawa Barat diperlukan komitmen atau program untuk menjalankan kebijakan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal.
“Kita ambil salah satu contoh pohon pisang, pohon pisang ini bisa diolah dan dijadikan penganan yang berbeda beda. Dengan adanya konsep makanan ini menjadikan satu kebudayaan dan akan menunjang kebudayaan di daerah tersebut dari segi kulinernya di Jawa Barat,”paparnya.