Rupiah Melemah ke Rp16.925 per Dolar AS
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026 01:21 WIB
- visibility 232
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rupiah Melemah ke Rp16.925 per Dolar AS
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Nilai tukar rupiah masih belum menunjukkan penguatan hingga penutupan perdagangan akhir pekan ini. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah kembali terdepresiasi sebesar 0,12 persen atau turun 20 poin sehingga berada di posisi Rp16.925 per dolar Amerika Serikat.
Penguatan dolar AS terhadap rupiah masih dipicu meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar global terhadap memanasnya situasi di Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung sekitar sepekan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sehingga memicu kekhawatiran terkait pasokan energi dunia.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai keinginannya ikut menentukan pemimpin Iran setelah perang usai justru menambah ketidakpastian terhadap kondisi politik di kawasan tersebut.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah global turut menimbulkan kekhawatiran akan munculnya gelombang inflasi baru di tingkat global. Kondisi ini berpotensi menyulitkan langkah bank sentral dunia, termasuk Bank Sentral AS (The Fed), dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Menurut Ibrahim, lonjakan harga minyak biasanya mendorong inflasi sehingga membuat para pembuat kebijakan cenderung lebih berhati-hati, terutama dalam mengambil keputusan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Di sisi lain, pasar juga tengah menunggu rilis data ketenagakerjaan non-pertanian Amerika Serikat untuk Februari. Data tersebut dinilai penting sebagai indikator kekuatan pasar tenaga kerja AS sekaligus petunjuk bagi arah kebijakan moneter selanjutnya.
Dari dalam negeri, pemerintah berupaya meningkatkan rasio pajak (tax ratio) setelah Indonesia mendapat sorotan dari lembaga pemeringkat internasional Fitch. Lembaga tersebut menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Selama ini, rasio pajak Indonesia tercatat berada di kisaran 9 hingga 10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Fitch memperkirakan rasio pendapatan negara terhadap PDB Indonesia hanya akan mencapai rata-rata 13,3 persen pada periode 2026–2027. Angka ini masih jauh di bawah median negara dengan peringkat kredit setara kategori BBB yang berada di sekitar 25,5 persen.
- Penulis: Bobby Suryo




