Bahlil Tegaskan Indonesia Hentikan Impor Solar Bulan Depan
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 01:02 WIB
- visibility 96
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bahlil: Indonesia Hentikan Impor Solar Mulai Bulan Depan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah mengumumkan penghentian impor solar tahun ini seiring penerapan mandatori biodiesel 50 persen untuk substitusi bahan bakar pada Juli 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan kebijakan mandatori biodiesel 50 persen diharapkan memangkas kebutuhan impor solar secara signifikan.
Pemberlakuan mandatori biodiesel 50 persen juga dimaksudkan untuk memperkuat hilirisasi dan menjaga harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani sawit.
Bahlil menyebut konsumsi solar nasional mencapai 39 juta kiloliter (KL) sehingga pengalihan sebagian bahan bakar ke biodiesel akan berdampak besar pada neraca energi.
Sebelumnya pemerintah telah memberlakukan mandatori biodiesel 40 persen (B40) yang menggunakan FAME dari CPO yang dicampur metanol sebelum dicampurkan ke solar B40.
Dengan B50, menurut Bahlil, sekitar 300 ribu barel per hari dari konsumsi solar dapat ditutup oleh campuran biodiesel.
Angka itu berarti impor crude yang semula sekitar 1 juta barel per hari diperkirakan berkurang menjadi sekitar 700 ribu barel per hari setelah konversi.
Uji teknis untuk sektor otomotif dimulai pada 2 Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Uji teknis untuk alat dan mesin pertanian serta alat pertambangan ditargetkan selesai pada semester II 2026.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



