Inflasi AS Sesuai Prediksi, Harga Emas Kembali Menguat
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 09:16 WIB
- visibility 98
- comment 0 komentar
- print Cetak

Inflasi AS Sesuai Prediksi, Harga Emas Kembali Menguat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pasar bereaksi positif ketika data inflasi AS yang sesuai ekspektasi meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga sehingga memicu penguatan harga emas.
Pelemahan Dolar AS dan turunnya imbal hasil US Treasury semakin memperkuat permintaan terhadap logam mulia, mendorong laju harga emas pada sesi perdagangan terbaru.
Pergerakan harga emas tercermin pada emas spot yang naik 0,8 persen ke 4.032,74 Dolar AS per ons setelah sebelumnya sempat turun sekitar 1 persen di awal sesi.
Kontrak berjangka emas AS juga meningkat, menguat sekitar 1 persen ke level 4.047,60 Dolar AS per ons.
Selain emas, perak menunjukkan kenaikan signifikan; perak spot melonjak 1,7 persen menjadi 58,38 Dolar AS per ons.
Data inflasi AS tercatat pada level tertinggi sejak April 2023, tetapi angka tersebut tetap berada dalam kisaran yang diperkirakan pasar.
CME FedWatch kini menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sebesar 80 persen, turun dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 85 persen.
Perubahan probabilitas tersebut mendorong penyesuaian di pasar obligasi dan pasar valuta, sehingga arus modal ke aset safe-haven seperti emas meningkat.
Sentimen ini memperpendek jarak antara ekspektasi kebijakan moneter dan harga aset riil, memberi ruang bagi logam mulia untuk menarik minat investor.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



