Breaking News
Trending Tags

Dolar AS Melemah, Euro dan Poundsterling Tekan Rupiah

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026 08:03 WIB
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Data ketenagakerjaan AS untuk Juni yang menunjukkan perlambatan tajam disertai revisi turun pada dua bulan sebelumnya mendorong tekanan pelemahan terhadap Dolar AS di pasar keuangan global.

Rilis data tersebut membuat sentimen terhadap mata uang AS berubah arah cepat, dengan pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga agresif dalam waktu dekat oleh The Fed.

Perubahan ekspektasi itu tercermin pada pergerakan Indeks Dolar AS, yang memperoleh momentum pelemahan seiring aliran modal yang berbelok ke aset non-dolar.

Alat CME FedWatch Tool merefleksikan pergeseran sentimen pasar; peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September tercatat turun ke 45 persen menurut perhitungan tersebut.

Sementara itu, Indeks Dolar AS menurun 0,2 persen ke level 100,83 pada sesi perdagangan terakhir.

Pelemahan intrahari itu melanjutkan koreksi mingguan, di mana indeks mencatat penurunan 0,5 persen—angka yang menjadi koreksi mingguan terbesar sejak awal April.

Koreksi nilai tukar AS tersebut membuka ruang bagi apresiasi mata uang utama lain yang sebelumnya tertahan oleh penguatan dolar.

Euro merespons dengan menguat sekitar 0,5 persen menuju level 1,1440 Dolar AS.

Poundsterling juga mencatat kenaikan signifikan, melanjutkan pekan terbaiknya dalam tiga bulan terakhir dan mencapai sekitar 1,3352 Dolar AS.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less