Ekonom: PMI manufaktur 46,9 jadi momentum perkuat industri
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026 00:00 WIB
- visibility 101
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ekonom: Penurunan PMI Momen Perkuat Industri Nasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Angka terbaru menunjukkan PMI manufaktur Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2026, sebuah sinyal yang menurut pengamat memerlukan langkah kebijakan cepat untuk memperkuat sektor industri nasional.
Penurunan PMI manufaktur Indonesia ini mengindikasikan aktivitas pabrik mengalami kontraksi sehingga perlu fokus pada investasi berkualitas dan perbaikan iklim usaha.
Ekonom Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini menilai angka tersebut sebagai peringatan serius bagi kebijakan industri jangka panjang terkait PMI manufaktur Indonesia.
Didik mengatakan, ketika indeks berada di bawah 50, itu menandakan sektor industri sedang menghadapi tekanan yang bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Menurutnya, kunci pemulihan ialah kepastian kebijakan yang konsisten, deregulasi, serta debirokratisasi untuk mempermudah aliran investasi dan meningkatkan produktivitas.
Ia menekankan dunia usaha butuh penyederhanaan birokrasi dan insentif yang nyata agar investor tertarik menanam modal di sektor manufaktur.
Penguatan manufaktur juga penting untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekspor, dua elemen yang krusial bagi kinerja ekonomi nasional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




